Tag

,

Standart Mutu : BS5750 dan ISO9000

Selvi Mayarani

Kiki Ipong P.

Panji Asnyoto

BS5750 dan ISO9000

Standart mutu Inggris BS5750 dan standart internasional ISO9000, baru-baru ini mendapatkan perhatian serius dari dunia pendidikan. Sekitar 17.000 perusahaan diinggris sudah terdaftar pada standart BS5750. Pertumbuhan gerakan kerjasama pendidikan dan Bisnis telah berhasil merangsang ketertarikan dan perhatian masyarakat terhadap berbagai metodologi bisnis,termasuk BS5750.

Ketertarikan pendidikan terhadap BS5750, bisa dibilang merupakan hal yang baru. Mayoritas perusahaan yang terdaftar pada standart BS5750 adalah perusahaan yang bergerak dibidang produk,namun hal itu kemudian terus merambah kedalam industri jasa dan praktek-praktek profesional,seperti badan amal, arsitek, dan konsultan manajemen. Walaupun demikian,belum ada praktek pendidikan yang memberikan jawaban terhadap kesesuaian BS5750/ISO9000 dalam pendidikan.

 

Apa Itu BS5750 dan ISO9000 ?

 BS5750 dipublikasikan pertama kali pada tahun 1979 dengan nama Quality Systems. Pada mulanya adalah sistem yang diterapkan Mentri pertahanan dan NATO, yang dikenal sebagai AQAP (Prosedur Jaminan Mutu Sekutu), yang menjadi kebutuhan organisasi ini dalam posisi mereka sebagai agen-agen belanja mereka.

Seri-seri BS5750/ISO9000 dikenal sebagai sekma penilaian pihak ketiga.Penilaian pihak Pertama adalah penilaian sebuah organisasi terhadap mutu organisasi mereka dengan standart mereka sendiri. Masalah yang muncul dalam metode ini adalah pelangggan tidak  begitu yakin terhadap proses jaminan yang tidak membuka penilaian eksternal secara obyektif. Untuk menjawab masalah ini, maka konsumen diberi kesempatan untuk mengirim penilaian kepada pihak pertama,organisasi produsen. Ini dikenal sebagai penilaian pihak kedua dan ini merupakan metode yang sangat terkenal yang digunakan oleh Marks dan Spencer. Masalah penilaian pihak kedua adalah jelas,terutama jika pembelinya adalah organisasi kecil. Sertifikasi pihak ketiga menyebabkan organisasi bekerja dengan menggunakan standart nasional, dengan pemeriksaan dan penilaian yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memenuhi syarat.

Satu-satunya keuntungan BS5750/ISO9000 adalah kepemilikan mereka terhadap validasi dan pengakuan eksternal. Dengan demikian,BS5750 dan ISO9000 bukanlah kata akhir tentang mutu. Standart-standart tersebut tidak serta merta memiliki persyaratan-persyaratan yang diperlukan sebuah institusi lokal berhubungan dengan kesehatan dan keslamatan,kesempatan yang sama,tim kerja,manajemen sumber daya manusia, dan dampak aktifitas organisasi terhadap lingkungan dan komunitas lokalnya.

 

Filosofi Dibalik BS5750 dan ISO9000

Sistem jaminan mutu lebih menekankan pencegahan dari pada pengobatan. Mutu dibangun dalam setiap tahap dari perencanaan hingga pengadaan bahan, produksi, pemasaran dan distribusi melalui sebuah sistem manajemen yang teliti dan formal untuk menjamin kesesuaian produk atau layanan dengan spesifikasinya.Tujuannya adalah memproduksi hasil konsisten yang sesuai dengan tujuan.

Apabila sistem mutu disesuaikan dengan BS5750/ISO9000, maka seluruh aktivitas produksi barang atau layanan memerlukan prosedur yang terdokumentasikan. BS5750 dan ISO9000 menetapkan sebuah disiplin bagi mereka yang siap menggunakannya. Melaksanakan sebuah sistem memang bukan sebuah hal yang mudah, untuk melaksanakannya membutuhkan investasi sumberdaya dan waktu para staf. Setiap orang dalam institusi perlu memahami implikasi sistem tersebut dan menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.

BS5750 / ISO9000 hanya mengatur standar bagi system mutu dan tidak mengatur standar yang harus dicapai oleh institusi atau pelajarnya. Apa yang dilakukan oleh BS5750/ISO9000 adalah menegaskan sebuah system yang menjamin beroperasinya standar yang telah diputuskan. BS5750/ISO9000 tidak bisa menjamin konsistensi standar dalam institusi. Ini merupakan hal penting yang harus dipetimbangkan, karena banyaknya perhatian yang diberikan pendidikan inggris dalam mempertanyakan konsistensi sebuah standar. BS5750 dan ISO9000 dikembangkan dalam lingkungan komersial dimana standard an nilai pasarnya adalah uang.

 

Mengaudit Sistem Mutu

Audit system mutu dilakukan oleh auditor internal dan eksternal, dan untuk auditor eksternal tentunya ada biaya tambahan. Beberapa badan akreditasi dapat melakukan audit. Organisasi yang memiliki system mutu yang setara dengan spesifikasi BS5750/ISO9000 memperoleh usaha terdaftar dengan DTI, dan dapat mempergunakan logo system mutu untuk kepentingan pemasaran dan tujuan publisitas. Standar diberikan pada periode tertentu biasanya dalam waktu tiga tahun di akhir audit eksternal. Selama melakukan audit eksternal,organisasi juga harus melakukan audit internalnya. Jika sebuah organisasi tidak dapat memelihara system dan prosedurnya pada tingkatan standar, maka registrasi mereka dapat dicabut. Pencabutan registrasi tersebut adalah hal yang sangat serius karena departemen perdagangan dan industry selalu menyimpan daftar organisasi yang telah kehilangan registrasinya. Jika sebuah institusi memutuskan untuk mendapatkan status standar, maka orgsnisasi tersebut harus membuat komitmen jangka panjang untuk mempertahankannya.

 

Kenapa Pendidikan Harus Mempertimbangkan BS5750 ?

BS5750 dan ISO9000 adalah alat pemasaran yang sangat jitu bagi organisasi dengan menunjukkan logo registrasinya. BS5750 identik dengan standart Eropa EN29000, standart mutu internasional ISO9000, dan standart mutu Amerika Serikat Q90. Perbandingan tersebut adalah sebagai tambahan informasi bagi lembaga-lembaga yang berkeinginan untuk membina hubungan atau kontrak internasional. Ada banyak keuntungan yang bisa diraih institusi pendidikan dari status terdaftar tersebut. Salah satu keuntungan utamanya adalah, lembaga-lembaga tersebut akan mengupayakan disiplin untuk menspesifikasikan dan mendokumentasikan sistem mutu mereka dengan mendapatkan akreditasi dari pihak ketiga.

 

Mengaplikasikan BS5750 dan ISO9000 dalam Pendidikan.

BS5750/ISO9000 adalah hal baru dalam pendidikan. BSI mengeluarkan panduan aplikasi standar dalam pendidikan dan pelatihan pada tahun 1992. Sementara ISO belum memiliki garis pedoman untuk pendidikan dan pelatihan, namun sedang dalam proses pengembangan kearah itu. Karena berasal dari dunia industry produk, istilah standar menjadi tidak akrab bagi kebanyakan masyarakat dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu diperlukan penerjemahan istilah standar tersebut ke dalam konteks pendidikan. Salah satu konsep yang ada dalam standar adalah bahwa system mutu harus ddapat menghasilkan produk dan mutu yang konsisten dan meyakinkan. Semula BSI menekannkan bahwa pelajar merupakan produk dari proses pendidikan. Namun, menurut pendapat yang berargumentasi bahwa murid bukan produk tetapi pelanggan primer, disepakati bahwa program sekolah dan atau proses pembelajaran juga dapat dikualifikasikan sebagai produk. Motivasi dan sikap para pelajar  merupakan aspek penting dalam mutu pendidikan yang mereka terima. Kebijakan mutu dan strategi pelaksanaannya harus mengenal dampak konsistensi layanan terhadap interaksi murid atau staf.

 

BS5750/ISO9000

Sebuah Terjemahan Untuk Pendidikan

Beberapa syarat utama BS5750/ISO9000

1. Tanggungjawab Manajemen

2. Sistem Mutu

3. Kontrak

 

4. Kontrol Dokumen

5. Pengadaan Bahan

6. Persediaan Produk

 

 

7. Identifikasi Produk

8. Kontrol Proses

 

9. inspeksi dan tes

10. perlengkapan inspeksi, pengukuran & tes

11. status inspeksi dan tes

 

12. kontrol terhadap produk yang tidak sesuai

13. tindakan perbaikan

 

14. penanganan, pengamatan, pengepakan & penyampaian

 

15. catatan mutu

 

16.audit mutu internal

17. pelatihan

 

 

18. teknik-teknik statistik

Terjemahan untuk pendidikan

1. Komitmen manajemen terhadap mutu

2. Sistem Mutu

3. Kontrak dengan pelanggan internal & ekternal (hak pelajar dan hak pelanggan ekternal, seperti orang tua)

4. Kontrol dokumen

5. Kebijakan seleksi & ujian masuk

6. Layanan pendukung pelajar, yang mencakup kesejahteraan, konseling dan pengarahan tutorial

7. Catatan kemajuan pelajar

8. Pengembangan, desain dan penyampaian kurikulum, strategi-strategi pengajaran dan pembelajaran.

9. Penilaian dan Tes

10. Konsistensi metode penialaian

11. Prosedur dan catatan penilaian yang mencakup catatan prestasi

12. Metode dan prosedur diagnostik untuk mengidentifikasi kegagalan dan kesalahan

13. Tindakan perbaikan terhadap kegagalan pelajar. Sistem untuk menghadapi komplain dan tuntutan

14. Fasilitas & lingkungan  fisik, bentuk tawaran lain, seperti fasilitas olahraga, kelompok-kelompok dan perkumpulan ekstra kulikuler, persatuan pelajar, fasilitas pembelajaran, dll

15. Catatan mutu

16. Prosedur-prosedur pengesahan dan audit mutu internal

17. Pelatihan dan pengembangan staf, mencakup prosedur-prosedur untuk menilai kebutuhan-kebutuhan pelatihan & evaluasi efektifitas pelatihan

18. Metode review, monitoring dan evaluasi

 

Hubungan antara BS5750/ISO9000 dan TQM

Hubungan antara TQM dan adalah sebuah topik yang selalu diperdebatkan. Hubungan aktual antara TQM dan BS5750/ISO9000 akan menjadi hal yang khas bagi setiap institusi. TQM tidak memaksakan suatu solusi tertentu. Setiap lembaga pendidikan mempunyai kultur unik, kebutuhan dan memiliki cara tersendiri untuk mewujudkannya dalam lingkungan eksternal tertentu. Bagaimanapun juga perlu ditekankan bahwa TQM dan BS5750/ISO9000 dapat secara mudah untuk hadir secara bersamaan dan perlu juga ditekankan bahwa institusi tidak memerlukan hal yang lain. BS5750/ISO9000 bukanlah sebuah standar TQM. TQM adalah upaya serius yang tidak hanya sekedar mendirikan sistem mutu dan ia tidak memerlukan aplikasi standar eksternal.

Ada sejumlah metode yang mungkin dapat membantu melihat hubungan TQM dan BS5750/ISO9000 yaitu :

Model pertama yang melihat BS5750/ISO9000 sebagai langkah awal dari TQM. BS5750/ISO9000 dapat menjadi langkah pertama menuju mutu terpadu. BS5750/ISO9000 menangani infrastruktur prosedural yang mengawali terjadinya perubahan kultur dan prilaku. Memperoleh BS5750 atau ISO9000 memberikan kepercayaan diri kepada institusi untuk melangkah kedepan untuk menangani isu-isu besar yang dihubungkan dengan TQM.

Medel kedua, adalah hampir sama dengan yang pertama. Ia memposisikan BS5750/ISO9000 pada bagian inti dalam TQM. Dalam model ini BS5750/ISO9000 menyelenggarakan TQM dan memberikan pondasi yang solid untuk kemajuan selanjutnya

Model ketiga, BS5750/ISO9000 mempunyai peran yang minor dalam perusahaan TQM yang lebih besar. BS5750/ISO9000 hanya dapat dilihat sebagai satu elemen dalam suatu usaha yang lebih penting. Peranannya hanya sebatas menjamin konsistensi operasional prosedur institusi. Dalam model ini mutu disampaikan oleh pertusipasi aktif seluruh pekerja dalam tim pengembangan dan tidak hanya sekedar prosedur-prosedur terlulis

Model keempat memiliki pandangan yang berbeda tentang hubungan TQM dan standar mutu eksternal. Dalam modal ini, BS5750/ISO9000 dipandang sebagai hal yang tidak relevan dengan atau antitetik terhadap mutu. BS5750/ISO9000 dipandang sebagai pengacau birokrasi dalam dunia pendidikan. BS5750/ISO9000 menimbulkan sebuah kekuatan dan perasaan permusuhan. Hal ini dipandang oleh beberapa peneliti sebagai suatu kebingungan dan sekaligus sebagai suatu sikap yang merugikan dan anti pendidikan, yang berkonsentasi pada birokrasi dengan mengorbankan tujuan pembelajaran. Bahasa industri tentang standar tidak dapat membantu masalah ini. Pada pembacaan pertama bahasa tesebut nampak sedikit relevansi dan memebutuhkan sedikit penerjemahan agar menjadi sedikit relevan. Ada suatu pernyataan bahwa sistem BS5750/ISO9000 yang diaplikasikan secara kaku akan menjadi akan menjadi sebuah hal yang kontra produktif bagi tenaga kerja terdidik dan profesional, seperti mengajar. Perhatian berlebihan dan keharusan kerja terlalu keras dan kaku terhadap sistem dan prosedur, dapat merusak moral dan kreativitas staf.

 

Lembaga-lembaga tertentu akan merasa perlu untuk mengklarifikasi hubungan antara TQM dan BS5750/ISO9000 bagi diri mereka sendiri. Tes yang tajam adalah salah satu contoh sistem yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan. Apabila sejumlah institusi sedah memiliki alasan yang jelas kenapa ia mengejar mutu, maka ia harus memiliki pertimbangan apakah mutu formal mampu membantunya dalam meraih tujuan tersebut. Pemilihan sebuah sistem bukan sekedar untuk keren-kerenan belaka. Ada pebedaan antara keinginan untuk memperkanalkan sebuah sistem asuransi mutu dengan keberhasilan melakukannya. Memperkenalkan BS5750/ISO9000, seperti yang didiskusikan sebelumnya, merupakan sebuah alngkah yang mahal dan memakan waktu, bahkan mungkin sulit untuk dilakukan oleh institusiecil, khususnya sekolah. Dana adalah hal sangat utama dan subtansial, sementara semua benruk manfaat selalu diharap berjangka panjang

 

Daftar Pustaka

Sallis, Edward. 2008. Total Quality Management In Education. Jogyakarta : IRCiSoD

About these ads