Tag

, ,

Motivasi Dan Organisasi

Beberapa fungsi utama manajemen adalah planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Pada pelaksanaannya, setelah rencana dibuat (planning), organisasi dibentuk (organizing), dan disusun personalianya (staffing), maka langkah berikutnya adalah menugaskan/mengarahkan karyawan menuju ke arah tujuan yang telah ditentukan. Fungsi pengarahan (leading) ini secara sederhana adalah membuat para karyawan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan. Memotivasi karyawan merupakan kegiatan kepemimpinan yang termasuk di dalam fungsi ini. Kemampuan manajer untuk memotivasi karyawannya akan sangat menentukan efektifitas manajer. Manajer harus dapat memotivasi para bawahannya agar pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat sehingga produktifitas kerja menjadi lebih meningkat.

“Suatu organisme (manusia/hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tanpa dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan” (Atkinson, Atkinson, & Hilgard, 1983).

Pengertian motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi meliputi motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri sendiri, timbulnya motivasi internal disebabkan karena adanya kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang. Kekuatan ini akan mempengaruhi pikirannya, yang selanjutnya akan mengarahkan perilaku orang tersebut. Contoh, seorang karyawan yang ingin mendapatkan nilai yang memuaskan dalam penilaian kinerja akan menentukan perilaku karyawan dalam memenuhi syarat penilaian tersebut, setelah memikirkan dalam-dalam maka perilakunya mungkin akan menjadi karyawan yang rajin dalam bekerja, tidak datang terlambat, tidak pernah absen dan mematuhi peraturan. Dan juga sebaliknya jika seorang karyawan tidak memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai nilai yang memuaskan maka dalam perilaku akan asal-asalan juga. Motivasi eksternal adalah motivasi yang bersumber dari luar yaitu kekuatan yang ada di dalam individu yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Contoh,yaitu faktor pengendalian dan pengaruh oleh manajer yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan seperti halnya gaji atau upah, keadaan kerja dan kebijaksanaan perusahaan dan pekerjaan yang mengandung hal-hal seperti penghargaan, pengembangan dan tanggung jawab, sehingga dengan begitu seorang karyawan akan menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaannya dan berusaha dengan sebaik mungkin.

Sebuah organisasi haruslah terdapat sistem motivasi terhadap para karyawan/anggota agar tetap konsisten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab seorang pimpinan organisasi atau seorang manajer yang  perlu mengenal motivasi eksternal untuk mendapatkan tanggapan yang positif dari karyawannya. Tanggapan yang positif ini menunjukkan bahwa bawahan sedang bekerja demi kemajuan perusahaan. Manajer dapat menggunakan motivasi eksternal yang positif maupun negatif. Motivasi positif merupakan penghargaan atas prestasi yang sesuai, sedangkan motivasi negatif mengenakan sanksi jika prestasi tidak dapat dicapai. Dalam sebuah aktifitas manajemen seorang manajer dapat menggunakan beberapa pendekatan motivasi yaitu :

1.      Pendekatan perbedaan individu

Pendekatan ini menggunakan teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow, yaitu meliputi : (1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan afiliasi, (4) kebutuhan harga diri, dan (5) kebutuhan aktualisasi. Seorang karyawan tentunya memiliki sifat, jenis dan intensitas kebutuhan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik dan kompleks. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual. Dengan begitu kita bisa menarik beberapa asumsi dari teori kebutuhan yaitu :

  • Adanya perbedaan kecenderungan kebutuhan pada tiap individu, yang dipengaruhi oleh lingkungan sebelumnya
  • Kecenderungan tersebut dapat berubah, jika salah satu kecenderungan terpuaskan
  • Kecenderungan tersebut biasanya berupa tingkatan, dan berbeda-beda tiap individu

Dalam memotivasi  seorang karyawan memalui pendekatan ini seorang Manajer harus selalu mendata (peka) terhadap kecendrungan kebutuhan karyawannya karena kebutuhan karyawan tentunya berbeda-beda sehingga tidak bisa langsung menyamakan kebutuhan karyawan secara generalisasi. Motivasi yang dilakukan harus mengikuti kecenderungan dimana kebutuhan karyawan tersebut karena dengan begitu motivasi yang diberikan bisa tepat dan benar-benar menjadi hal yang positif bagi karyawan tersebut.

2.      Pendekatan manajerial

Pendekatan ini yaitu mengelola motivasi karyawan melalui pengaturan tujuan atau sasaran organisasi dan sistem mencapainya. Pada pendekatan manajerial ini menggunkan tiga landasan teori motivasi,yaitu teori penetapan tujuan dan pada proses pencapaian tujuan menggunakan teori penguatan dan teori keadilan.

Teori penetapan tujuan dikembangkan oleh Edwin Locke  yang mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki mekanisme motivasional. Seorang manajer dapat memaksimalkan hal ini menjadi suatu motivasi yang cukup berpengaruh bagi kinerja para karyawan, yaitu dengan

  • Membuat tujuan atau sasaran yang spesifik dan jelas, misalnya : target penjulan bulan ini 10.000 unit
  • Membuat tujuan atau sasaran yang relatif sulit, tetapi tetap realistis untuk dicapai (menciptakan tantangan), misalnya : target penjualan diopinikan 2x lipat target tahun lalu, walaupun sudah melalui proses perhitungan yang realistis.
  • Melakukan proses penerimaan tujuan atau sasaran oleh karyawan, Misalnya : forum perumusan target
  • Menyediakan ruang bagi karyawan untuk memberikan umpan balik atas target yang telah ditetapkan.

Teori penguatan terdapat sebuah istilah yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yaitu menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan. Dengan hal ini berarti perilaku karyawan ditentukan oleh konsekuensi (hasil) yang diperoleh, baik konsekuensi positif (penghargaan) atau konsekuensi negatif (hukuman). Cara memotivasi manajer yaitu dengan melakukan pengaturan terhadap konsekuensi tersebut agar karyawan berperilaku sesuai harapan atau sesuai dengan tujuan organisasi. Bentuk pengaturan tersebut bisa meliputi: (a) pemberian penghargaan, (b) pemberian hukuman, dan (c) mendiamkan atau tdk menganggap ada.

Teori keadilan yaitu pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Hal ini berarti perilaku karyawan juga dipengaruhi oleh keadilan dari penghargaan yang diterima. Keadilan adalah rasio (perbandingan) antara input pekerjaan dengan imbalan pekerjaan yang diperoleh. Cara memotivasi manajer dalam hal ini yaitu dengan memberikan penghargaan dan hukuman harus sesuai dengan input perilaku kerjanya. Sehingga manajer dituntut memiliki standar kerja yang konsisten harapannya  agar karyawan bersemangat dalam melakukan pekerjaannya dan akan selalu berusaha secara maksimal.

3.      Pendekatan organisasi dan pekerjaan

Pendekatan ini menggunakan teori dua factor yang dikembangkan oleh Herzberg yang juga dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Agar karyawan dapat termotivasi maka perlu diketahui terlebih dalulu faktor-faktor apa saja yang akan dapat mempengarui karyawan sehingga akan mengetahui bagaimana cara melakukan motivasi.

Factor dalam lingkungan organisasi :

  • Kondisi Kerja: fasilitas pekerjaan, ruangan, pencahayaan, lokasi kerja
  • Supervisi Atasan: bimbingan dan dukungan atasan
  • Keamanan Kerja: kecenderungan PHK, jaminan kesehatan kerja
  • Status atau jabatan

Maka prinsip motivasi dalam lingkungan organisasi yang harus dilakukan manajer adalah dengan cara :

  • Menyediakan fasilitas kerja yang layak sehingga timbul kenyamanan kerja
  • Supervisi yang berisfat membimbing dengan intensitas yang cukup, sesuai kebutuhan
  • Stabilitas dalam jenjang karir dan perubahan jabatan. Intensitas rotasi jabatan dan PHK tidak terlalu sering

Factor dalam pekerjaan :

  • Kesesuaian dengan bakat dan minat
  • Prestasi yang diperoleh dalam pekerjaan tersebut: mencapai target tertentu, memecahkan masalah dan peluang baru
  • Pengakuan akan pekerjaan tersebut
  • Kesempatan untuk maju

Maka prinsip motivasi dalam pekerjaan yang harus dilakukan manajer adalah dengan cara :

  • Mendesain pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat karyawan
  • Membuat sistem penghargaan dan pengakuaan terhadap prestasi kerja. Misal: sistem kompetisi kerja, karyawan teladan, dsbnya
  • Menyediakan fasilitas pembimbingan dan peluang pengembangan karir

4.      Pendekatan terintegrasi

Pendekatan ini adalah menggabungkan dari beberapa pendekatan-pendektan yang ada yang artinya adalah menggabungkan teori-teori motivasi dengan tujuan agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal karena setiap pendektan maupun teori selalu terdapat kelebihan dan kelemahan. Sehingga dalam hal ini sepenuhnya tergantung dari kreatifitas dan ketelitian seorang manajer dalam menggunakan system motivasi yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks organisasi.