Tag

, ,

Study Kasus : Gaya Kepemimpinan

Dalam organisasi “XYZ” yang berorientasi pada pendidikan dan sosial, ada seorang anggota organisasi bernama Rudi yang memiliki idealisme dan loyalitas yang tidak diragukan. Ia selalu hadir dan aktif dalam setiap kegiatan organisasi, ia hadir tidak hanya sebagai peserta tapi juga menjadi panitia yang mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Kredibilitasnya yang tinggi terhadap organisasi mendapatkan apresiasi yang positif dari seluruh anggota organisasi. Banyak anggota organisasi yang berpandangan ia sebenarnya cukup layak untuk menjabat sebagai salah seorang ketua departemen. Hingga tiba saatnya penataan ulang struktur organisasi yang biasa dilakukan selama setahun sekali sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi tahunan. Saat itu sebagian besar anggota merekomendasikan agar Rudi diberikan kepercayaan memegang satu jabatan ketua departemen sosial karena dipandang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Saat pimpinan organisasi “XYZ” menanyakan kesediaan Rudi, ia menjawab, “Saya tidak mungkin menolak tugas organisasi, namun jika ada yang lain sebaiknya jangan saya.” Pernyataan ini dianggap sang pemimpin sebagai kesanggupan, maka ia ditetapkan sebagai Ketua Departemen Sosial.

Dua bulan berlalu, dan evaluasi tri wulan akan segera dilakukan. Tapi ada hal berbeda, setelah menerima jabatan Ketua Departemen, prestasi Rudi secara hasil menurun drastis. Meski selalu terlihat bekerja menjalankan tugasnya, namun hasil yang didapat tidak pernah mencapai target. Anak buah Rudi juga sering mengeluhkan kepemimpinan Rudi di departemen. Setelah mencari keterangan dari anggota yang lain, Pemimpin “XYZ” mendapatkan data bahwa kondisi ini terjadi bukan karena Rudi tidak bertanggung jawab, tetapi dikarenakan ia merasa tidak memiliki kemampuan menjadi seorang leader, ia lebih suka menjadi bawahan saja yang tinggal melaksanakan tugas. Ia selalu kesulitan menyusun konsep strategi departemen, dan dalam rapat-rapat departemen ia selalu mendiskusikan dengan para anak buahnya. Pada awalnya hal ini dipandang sebagai demokratis, tetapi kemudian diketahui ini adalah bagian dari kebingungannya. Hasil rapat sering tidak jelas.

PERTANYAAN : Jika anda pimpinan “XYZ”, apa yang anda lakukan ??Gaya kepemimpinan bagaimana yang sesuai dengan permasalahan kasus tersebut dan beri penjelasan!!

 

Macam-macam gaya kepemimpinan :

  • Gaya Kepemimpinan Visioner
  • Gaya Kepemimpinan Pembimbing
  • Gaya Kepemimpinan Demokratis
  • Gaya Kepemimpinan Pemersatu
  • Gaya Kepemimpinan Otoriter
  • Gaya Kepemimpinan Pemercepatan

 

JAWABAN yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah dengan GAYA KEPEMIMPINAN PEMBIMBING, dengan uraian sebagai berikut :

PENGERTIAN

Pemimpin pembimbing adalah seorang pemimpin yang bersedia untuk peduli terhadap kesulitan-kesulitan anak buahnya. Tidak hanya memberikan motivasi, tapi ia mau memberikan pembimbingan langsung secara personal terhadap anak buahnya agar ia termotivasi dan mau bergerak bersamanya ke arah tujuan organisasi

KONTEKS YANG MELAHIRKAN

Dalam suatu kondisi, dimungkinkan didapati seorang staff yang tidak mampu mengukur pengembangan kemampuannya dan kemudian menjadi putus asa dalam menjalankan tugas-tugas yang dirasanya berat dan tidak mungkin ia selesaikan. Gaya ini juga lahir karena adanya beberapa staff yang memiliki semangat dan inisiatif untuk mengembangkan kemampuannya dan andilnya bagi organisasi tapi tidak tahu caranya.

KONTEKS YANG MENGGAGALKAN

Jika digunakan pada karyawan yang kurang memiliki motivasi dalam menjalankan tugasnya dengan benar, terutama pada karyawan yang secara kemampuan memang kurang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu, pemimpin juga harus hati-hati menggunakan gaya ini pada staf-staf yang secara aktual memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Menggunakan gaya ini pada mereka bisa ditangkap bahwa pemimpin tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki kebanggaan berhasil atas usaha mereka sendiri. Mereka akan beranggapan bahwa pemimpin ingin mengontrol mereka dengan sangat ketat bahkan pada hal yang teknis.

CIRI DAN PERILAKU PEMIMPIN

Pemimpin pembimbing biasanya bertindak atas dasar empati yang ia rasakan pada bawahnnya. Ia menyadari bahwa bagi seorang anak buah atau staf yang memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, mengalami kesulitan dalam melakasanakan tugas yang berpeluang bisa gagal dalam melaksanakan satu tugas tertentu merupakan tekanan dan beban yang berat. Ia beranggapan bahwa satu-satunya orang yang paling potensial untuk meringankan tekanan itu adalah kepedulian pempimpin.

Dalam melakukan pembimbingan, ia akan meminta anak buahnya untuk membuat tujuan jangka panjang dan kemudian membantu mereka untuk menyusun rencana mencapai tujuan itu. Sang pemimpin memberikan motivasi bahwa kegagalan di jangka pendek hendaknya tidak membuat putus asa. Pemimpin dengan gaya ini cenderung untuk lebih toleran terhadap kegagalan jangka pendek.

Pemimpin pembimbing juga seringkali secara sengaja mendelegasikan tugas-tugas yang menantang bagi para stafnya agar mereka berusaha meningkatkan kemampuan diri mereka.

EFEK PADA BAWAHAN

Jika dilakukan secara tepat, gaya kepemimpinan pembimbing bisa melahirkan rasa optimis bagi bawahan untuk bisa menjalankan tugas-tugas mereka dengan baik, bahkan pada tugas-tugas yang sulit. Bawahan tidak ragu untuk menerima tugas-tugas yang menantang karena pemimpin akan menunjukkan kepedulian kalau mereka merasa kesulitan.

 

Catatan :

  • Pemimpin visioner adalah pemimpin yang mampu menggerakkan anak buahnya dengan menciptakan satu visi yang menggugah, inspiratif, mendorong dan memacu komitmen dan motivasi seluruh anggota menuju tujuan tertinggi organisasi.
  • Pemimpin demokratis adalah pemimpin yang dalam mengambil keputusan ketika menghadapi masalah melibatkan anak buahnya untuk memberikan pendapat-pendapat mereka sebelum pemimpin mengambil keputusannya.
  • Pemimpin pemersatu adalah seorang pemimpin yang dalam menggerakkan sangat menghindari adanya konflik. Mereka mengutamakan hubungan yang ramah secara personal dengan anak buahnya sehingga menimbulkan relasi pribadi. Dengan relasi pribadi itulah ia menggerakkan anak buahnya.
  • Pemimpin otoriter adalah pemimpin yang menuntut kepatuhan langsung pada perintahnya, tetapi tidak mau repot-repot menjelaskan alasan yang ada di balik perintahnya. Slogan pada pemimpin otoriter adalah “ Do it because I say so”. Jika anak buah tidak menunjukkan kepatuhan, biasanya sang pemimpin akan mengeluarkan ancaman. Umpan balik yang diberikan seringkali berfokus pada kesalahan dan bukan pada apa yang telah baik dilakukan.
  • Pemimpin dengan gaya pemercepatan adalah pemimpin yang senantiasa memberikan tekanan kepada anak buah untuk senantiasa berkarya lebih dari yang telah dicapai. Anak buah tidak pernah diberikan kesempatan sedikit santai dan menikmati keberhasilan yang sebelumnya karena setiap saat harus dihadapkan dengan target baru yang lebih tinggi dan berat.