Tag

, , ,

Teori Sistem Dan Penerapannya Dalam Dunia Manajemen

Penggunaan istilah sistem

  • Sistem yang digunakan untuk menunjukkan suatu kumpulan atau himpunan benda-benda yang disatukan atau dipadukan oleh suatu bentuk saling hubungan atau saling ketergantungan yang teratur. Contoh : system tatasurya, ekosistem.
  • Sistem yang digunakan untuk menyebut alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang secara khusus memberikan andil atau sumbangan terhadap berfungsinya fungsi tubuh tertentu yang rumittetapi amat vital. Contoh : system syaraf
  • Sistem yang menunjukkan sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun /terorganisasikan. Contoh : system teologi agustinus, system pemerintahan demokrasi.
  • Sistem yang dipergunakan dalam arti metode atau tata  . contoh : system mengetik sepuluh jari, sistem pembelajaran.
  • Sistem yang dipergunakan untuk menunjukkan pengertian skema atau metode pengaturan organisasi atau susunan sesuatu, atau mode tatacara .

Jika disimpulkan pemakaian istilah sistem bisa digolongkan untuk dua macam pemakaian yaitu :

  1. Menunjuk pada sesuatu (entitas), sesuatu wujud benda (abstrak /kongkrit, termasuk juga yang konseptual). Contoh : mobil, jam tangan, manusia, alam semesta.
  2. Menunjuk pada suatu metode, cara untuk mencapai sesuatu. Contoh : system control, system belajar efektif.

 

Definisi-definisi sistem

  • Menurut Johnson, Kast, dan Rosenzweig :

Sistem adalah suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk kebulatan/keseluruhan yang kompleks dan utuh

  • Campbell :

Sistem adalah himpunan komponen atau bagian yang saling berkaitan bersama-sama berfungsi untuk mencapai sesuatu tujuan.

  • Elias M. Awad :

Sistem adalah sehimpunan komponen atau sub sistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan rencanauntuk mencapai tujuan tertentu.

  • Murdick dan Ross :

Sehimpunan unsur, semisal manusia, benda-benda, dan konsep, yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan  bersama

  • Lundberg :

Menambahkan unsur lingkungan sehingga menjadi bagian-bagian yang saling berbertautan itu terdapat didalam lingkungan yang relatif lebih rumit

  • Shrode dan Voich :

Sistem  adalah 1. Himpunan bagian-bagian, 2. Bagian-bagian itu saling berkaitan, 3. Masing-masing bekerja secara mandiri dan bersama-sama satu sama lain saling mendukung, 4. Semua ditujukan terhadap tujuan sistem, 5. Terjadi dalam lingkungan yang rumit dan kopleks.

 

Ciri-ciri utama sistem

  1. Tujuan

Setiap perilaku atau kegiatan dari sebuah sistem senantiasa diorientasikan pada sebuah tujuan tertentu. Tujuan dari sebuah sistem adalah menciptakan sesuatu yang berharga, sesuatu yang bernilai. Catatan : Tujuan sistem bisa lebih dari satu , akan tetapi dari beberapa tujuan itu tetaplah ada tujuan utamanya.

  1. Batas

Sebuah konsep untuk memisahkan sistem tersebut dengan lingkungan dan memisahkan sistem tersebut dari sistem lain yang lebih luas atau besar.

  1. Keterbukaan

Sistem biasa dibedakan dua macam yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungannya, komponen2 nya dibiarkan mengadakan hubungan keluar dari batas luar sistem. Sebaliknya sistem tertutup adalah sistem yang terisolasi dari segala pengaruh luar sistem itu sendiri. Dalam kenyataanya sebenarnya tidak ada sistem yang benar2 tertutup, karena komponen2 nya senantiasa dipengaruhi oleh berbagai kekuatan  yang ada dilingkungannnya. Karena itulah maka dapat disimpulkan pada hakekatnya sistem itu bersifat terbuka.

  1. Struktur sistem – sub sistem

Suatu sistem terdiri dari beberapa subsitem atau bagian yang lebih kecil, dan biasa juga disebut unsur atau komponen. Istilah komponen bisa diartikan, 1.   Bagian-bagian fisik, 2. Langkah-langkah/cara, 3. Sub sistem yang kedudukannya lebih rendah atau lebih kecil.

  1. Kebulatan / keseluruhan (“wholisme”)

Sistem sebagai satu keseluruhan bukanlah sekedar kumpulan dari bagian-bagian, pemahaman ini melandasi konsep sinergi yaitu tindakan yang terpadu atau kompak. Sinergi berkaitan dengan kemampuan bagian-bagian atau komponen sistem untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama secara bersama-sama dengan demikian kebulatan muncul. Tujuan yang tunggal dan jelas akan mempermudah bagian-bagian menjadi satu kebulatan yang padu, sementara beragam tujuan akan kearah konflik diantara sub sistem yang bisa mencerai beraikan bagian-bagian tersebut. Untuk menjaga kebulatan yang utuh dan padu diperlukan usaha menyeimbangkan tujuan-tujuan yang berbeda, meyeimbangkan bagian-bagian dan lingkungannya. Dari sini tersirat keharusan untuk lebih mendahulukan kepentingan sistem secara keseluruhan dibandingkan kepentingan khusus anggota atau bagian.

  1. Saling hubungan

Konsep saling hubungan mencerminkan adanya interaksi dan saling ketergantungan diantara berbagai bagian atau komponen sistem dan antara sistem dan lingkungan.

  1. Proses tranformasi

Setiap sistem yang terbuka merupakan tempat mengolah, memproses, mengubah, mentranformasikan bahan2 yang disebut masukan (input) menjadi sesuatu yang bisa disebut keluaran (output). Dengan model seperti diatas dimungkinkan untuk melakukan analisis hasil akhir maupun analisis proses.

  1. Mekanisme kontrol, penyesuaian  dan pengaturan diri.

Karena sistem mempunyai sifat terbuka dan saling hubungan antara bagiannya maka sistem akan tanggap terhadap keadaan atau tuntutan baik yang berasal dari bagian-bagiannya(internal) ataupun dari lingkungan(eksternal). Dengan kata lain sistem itu haruslah mampu mengatur dirinya sendiri dan mampu menyesuaikan dirinya dengan kondisi lingkungan maupun kondisi internal sistem.

Kesimpulan :

Sistem adalah  kumpulan bagian-bagian yang memiliki keterhubungan yang bulat dan utuh bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu

Tujuan menggunakan pendekatan sistem dalam memahami realitas

  1. Memahami realitas secara holistik/menyeluruh/integral
  2. Mengetahui bagian2 /unsur pembentuk dalam sebuah realitas tertentu.
  3. Memahami keterkaitan antara masing2 bagian dalam rangka mencapai tujuan.
  4. Mengetahui hal2 yang memberikan pengaruh terhadap sebuah realitas sistem.
  5. Mengetahui hubungan sebab akibat dalam realitas sistem.

Contoh : Pendidikan Nasional

 

Penerapan pendekatan sistem dalam dunia manajemen

Dalam dunia manajemen

  1. Dalam melakukan perencanaan strategis
  2. Dalam melakukan pengorganan (membuat struktur dan melakukan staffing)
  3. Dalam melakukan koordinasi
  4. Dalam melakukan pengarahan
  5. Dalam melakukan pengawasan
  6. Dalam melakukan pengambilan keputusan/kebijakan
  7. Dalam membuat aturan atau prosedure
  8. Dalam melakukan perbaikan sistem
  9. Dls.

Contoh : Manajemen Berbasis Sekolah à dalam meningkatkan mutu pendidikan